Konsep Ubermensch
Ubermensch : Menjadi Manusia Bermental Baja ala Nietzsche
Oleh
Arkini Sabrina
Setiap orang pasti pernah mengalami masa-masa sulit dalam hidupnya, nah bisa saja masa-masa sulit ini muncul karena suatu hal yang tak terduga, misalnya seperti penyakit yang menimpa diri kita, terjadinya benca alam yang datang disuatu daerah, atau wabah pandemi yang saat ini sedang berlangsung hingga sampai saat ini yang masih belum selesai juga.
Namun ternyata, masa sulit ini rupanya bisa saja di konstruksi oleh diri kita sendiri yang awalnya timbul dari kepala kita dengan pemikiran-pemikiran yang negatif atau overthingking hingga akhirnya kita jadi kefikiran dan dampaknya akan berpengaruh pada keseharian kita yang mungkin akan menjadi terhambat dan kemudian akan membuat diri kita menjadi insecure dan gak pecaya pada kemampuan diri sendiri.
Hal ini kemudian akan terjadi secara terus menerus dan timbul rasa ketidak yakinan pada diri sendiri apakah kita bisa menyelesaikan atau melakukan sesuatu, apakah kita tidak yakin dengan seluruh kemampuan kita, atau apakah kita bisa survive disituasi yang sangat sulit atau malah sebaliknya menjadi putus asa dan gak punya harapan. Nah dari pertanyaan-pertanyaan yang muncul ini akan coba kita bahas lebih lanjut, karena setiap orang juga memiliki persoalan hidupnya masing-masing.
.
Banyak orang yang berusaha menjawab atau berasumsi tentang mengenai pertanyaan yang muncul seperti yang telah dibahas diatas sebelumnya atau mungkin timbul sebuah pertanyaan baru yaitu ‘gimana sih manusia bisa survive dalam kondisi yang dipenuhi penderitaan dan masalah yang datang bertubi-tubi ?’
Nah.. Berangkat dari cerita seorang yang apabila dikatakan hidupnya juga hancur-hancuran dan cukup ambyar karena orang ini sejak kecil termasuk orang yang memiliki imunitas yang rendah sehingga rentan diserang penyakit, ia memiliki penyakit migran yang secara gak langsung bikin dirinya menjadi mual dan muntah. Kemudian ketika dewasa ia mencoba melamar sang pujaan hatinya selama tiga kali dan sialnyanya dirinya ditolak selalu oleh pujaan hatinya tersebut. Lalu menjelang akhir hayatnya, ia di diagnosis memiliki gangguan depresi.
Dari sinilah orang tersebut bertanya-tanya “bagaimana kalau ternyata ada manusia yang lebih berani, lebih tangguh, lebih kuat dan lebih baik dari manusia biasa pada umumnya?”, maksudnya ialah lebih kepada manusia yang tidak memikirkan atau tidak terlalu ambil pusing maupun depresi dengan masalah yang ia miliki.
Seseorang tersebut yang mempertanyaan dan mengalami hal-hal yang demikian ialah Fredrich Nietzsche, beliau merupakan seorang filsuf yang berasal dari Jerman. Ia menyusun sebuah konsep yang dinamakan “ubermensch”, konsep ini merupakan salah satu konsep manusia ideal didalam bayangannya.
Ubermensch sendiri sebenarnya secara sederhana bisa diartikan sebagai manusia yang melampaui atau manusia yang unggul. Dari pengertian Nietzsche sendiri mengenai ubermensch sangatlah panjang dan mungkin apabila dikupas lebih dalam akan memakan waktu, dan platform nya tidak memadahi untuk mendiskusikan hal tersebut. Tetapi intinya secara sederhana ubermensch ada karena 3 karakteristik yaitu :
1. Tidak Dogmatis
Tidak ikut-ikutan terhadap segala sesuatu atau trend yang sedang berlangsung tanpa sebuah kritik terlebih dahulu, dalam hal ini dapat dikatakan sebagai manusia yang tidak mengikuti arus.
2. Tidak bermental kawanan atau terpaku dengan standar sosial
3. Sosok manusia yang dapat melampaui batasan-batasan yang ada dalam dirinya
Kembali pada pertanyaan yang semula, gimana agar kita menjadi manusia yang ubermensch tersebut ?.
Ketika kita sudah menerapkan atau memiliki karakteristik dari ubermensch ini maka kita bisa disebut sebagai manusia yang sehat rohaninya dan bermental baja, tahan banting dan lainnya serta dapat mengembangkan dirinya dengan melampaui batasan-batasan yang ada dan tidak menjadi manusia yang bermental tempe.
Nah, ubermensch secara sederhana menurut Nietzsche sendiri mempunya tiga ciri utama :
1) Manusia yang unggul adalah mereka yang berani mennetukan jalan hidup yang ideal atau dapat dikatakan sebagai manusia yang hidup berdasarkan prinsipnya sendiri, tidak bergantung dengan apa yang dikatakan oleh orang lain.
Tentunya jalan hidup yang ideal ini bagi setiap orang pasti berbeda antara yang satu dengan yang lainnya, karena setiap orang memiliki prinsipnya masing-masing. Pada dasarnya seseorang harus paham apa yang menjadi valuenya dan apa yang menjadi tujuan hidupnya.
Ketika seseorang telah berusaha mengenal dirinya lebih dalam, dan ia sadar bahwa apa yang mau dicapainya adalah melawan standar sosial yang ada tohh juga ketika dia bisa melewatinya dengan melawan ketidakmungkinan tersebut manusia itu akan berubah menjadi manusia yang overmensch atau seseorang yang dapat melampaui batasan dalam dirinya. Sederhananya adalah manusia memiliki jalan ninjanya sendiri dan tergantung bagaimana ia berjalan diatas pilihannya dan mau memilih jalan yang mana untuk ditempuh.
2) Berani menerima penderitaan, maksudnya adalah ubermensch sendiri lahir karena Nietzsche merasa bahwa hidupnya begitu ambyar dan menderita, jika ia sendiri tak sadar dan tak mampu melawan hal-hal tersebut maka konsep tersebut tidak akan ada.
Yaaa mungkin terima aja dulu saat ini kita sedang berada di posisi terpuruk, namun sejatinya hidup itu seperti roda pedati, yang sedih tidak selamanya sedih, yang bahagia juga akan sirna begitu saja, sedih dan bahagia memiliki waktunya masing-masing, maka berbahagia lah secukupnya dan bersedihlah secukupnya, apabila kalian berada di posisi tersebut, mari bangkit lah menjadi manusia yang bermental baja dan berusaha untuk keluar dari zona tersebut.
3) Merangkul potensi diri
Nah ciri ini ada agar kita dapat menggali potensi kita dalam keterpurukan, menenukannya lalu mengembangkannya hingga kita bisa merubah ketidak mungkinan menjadi sebuah kenyataan. Dalam hal ini kita sebagai manusia perlu sekali menyadari potensi apa yang kita miliki dalam diri kita kemudian dapat kita kembangkan agar menjadi manusia yang lebih kreatif.
Ketika ketiga ciri tersebut yang telah diungkapkan oleh Nietzsche ada dalam diri kita, maka sejatinya kita dapat memegang kendali penuh atas diri kita, kita dapat menjadi manusia yang bertanggung jawab dan memiliki responsibility yang besar dan dapat berdiri pada pilihan yang telah kita ambil..
Nah gimana kerenkan konsep yang diajukan Nietzsche, bagi temen-temen yang mungkin punya tanggapan lain boleh saling berkongsi fikiran untuk menambah wawasan..
Selamat berjuang untuk kita semua semoga sampai hingga tujuan..
Mantaaappp...
BalasHapusMenambah Wawan sekali tulisannya, jadi manusia yang unggul itu gak harus jadi mutan atau jadi superheroes yang punya kekuatan super. Jadi berani dan mampu menguasai diri sendiri merupakan hal yang sangat ingin dimiliki sama semua orang, hal itu rasanya cukup untuk dapat menjalani hidup lebih baik. Makasi kakak ilmunya, nulis yg banyak lagi ya...... ditunggu ☺️☺️
BalasHapus